Kondisi tumpukan sampah di wilayah Ciputat memasuki awal Januari 2026 kian memprihatinkan dengan melubernya limbah hingga ke badan jalan utama. Aroma tidak sedap dan polusi udara yang ditimbulkan kini menjadi hambatan nyata bagi mobilitas publik serta kenyamanan di kawasan pendidikan dan perdagangan di daerah sekitarnya.
Situasi ini mengindikasikan adanya kendala serius pada mata rantai industri pengolahan limbah di Tangerang Selatan yang belum mampu mengimbangi laju produksi sampah harian. Sebagai bagian dari mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) memberikan sorotan kritis terhadap urgensi perubahan sistem kelola limbah dari metode konvensional menuju industrialisasi sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Beberapa mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) menyoroti urgensi modernisasi industri pengolahan limbah sampah di Tangerang Selatan menyusul penumpukan sampah yang semakin parah terutama di sepanjang jalur protokol Ciputat pada awal Januari 2026.
Berdasarkan survei mandiri terhadap responden, mayoritas mahasiswa mendesak Pemerintah Kota untuk segera beralih ke teknologi pengolahan energi terbarukan guna mengatasi polusi udara yang kian mengganggu kenyamanan publik dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Kondisi lapangan menunjukkan bahwa penumpukan paling parah terjadi di Pasar Cimanggis dan area bawah Flyover Ciputat, di mana volume sampah pasar meluber hingga memakan sebagian badan jalan.
Fenomena ini menjadi potret kegagalan logistik industri pengangkutan sampah yang tidak lagi mampu mengimbangi produksi limbah harian di kawasan padat Data survei mandiri yang dilakukan terhadap mahasiswa UNPAM memperkuat indikasi bahwa krisis sampah Ciputat adalah masalah operasional industri yang serius.
Sebanyak 87,5% responden menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja industri jasa pengangkutan saat ini, sementara mayoritas responden mendesak adanya implementasi teknologi pengolahan di sisi hilir. Mahasiswa UNPAM juga menilai bahwa solusi jangka pendek, seperti pengalihan pembuangan sampah ke wilayah Cileungsi atau Serang, hanyalah langkah sementara yang tidak akan menyelesaikan akar permasalahan secara permanen.
Mahasiswa UNPAM menilai bahwa solusi jangka pendek seperti pengalihan sampah ke wilayah luar daerah tidak akan menyelesaikan akar permasalahan industri kebersihan secara permanen. Transformasi ini memungkinkan untuk menuju industri pengolahan sampah yang lebih berbasis teknologi modern karena hal ini bisa dianggap sebagai langkah mendesak untuk mengubah beban sampah menjadi komoditas ekonomi yang bernilai guna.
Melalui laporan ini, para akademisi muda dari Universitas Pamulang menekankan bahwa penyelesaian krisis di Ciputat memerlukan keberanian politik untuk melakukan perombakan total pada struktur industri jasa lingkungan di Tangerang Selatan. Harapannya, Pemerintah Kota tidak hanya terjebak dalam pola pembersihan darurat yang bersifat reaktif, melainkan mulai memprioritaskan investasi pada infrastruktur hijau yang mampu mengolah sampah secara tuntas di titik sumber-sumber sampah.
Pembangunan ekosistem industri sampah yang terintegrasi dimulai dari pemilahan digital, logistik pengangkutan yang terjadwal, hingga pabrik pengolahan energi yang mampu menjadi kunci utama untuk memutus rantai polusi yang selama ini menghantui warga. Lebih jauh lagi, modernisasi ini diharapkan tidak hanya sekadar menyelesaikan masalah estetika dan bau busuk, tetapi juga mampu mengembalikan fungsi Ciputat sebagai pusat pendidikan dan ekonomi yang sehat bagi ribuan mahasiswa serta pelaku usaha lokal.
Dengan adanya sinergi antara kebijakan pemerintah yang progresif dan pengawasan kritis dari kalangan mahasiswa, Ciputat dapat bertransformasi dari wilayah yang “dikepung sampah” menjadi model percontohan industri pengelolaan limbah perkotaan yang berkelanjutan. Keberhasilan transformasi ini nantinya akan menjadi warisan penting bagi generasi mendatang dalam mewujudkan lingkungan hidup yang layak dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Tangerang Selatan.
Penulis:
Andres Diaz Aji Nugroho
Mahasiswa Universitas Pamulang Jurusan Teknik Industri







