MENGINJAK tahap terakhir pendidikan menengah atas adalah waktu yang penting bagi para siswa untuk memilih jalan masa depan mereka, apakah akan melanjutkan ke pendidikan tinggi atau langsung memasuki dunia kerja. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak lulusan SMA merasa khawatir dan kurang percaya diri ketika menghadapi proses penerimaan, khususnya pada tahap wawancara kerja yang membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik dan kesiapan mental yang kuat.
Kesenjangan antara kurikulum sekolah yang cenderung teoretis dengan kebutuhan praktis dunia industri menjadi latar belakang dilaksanakannya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Simulasi dan Pelatihan Wawancara Kerja Untuk Meningkatkan Kesiapan Karier Siswa SMA”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 11 November 2025, bertempat di SMA PGRI 22 Serpong, Jalan Pahlawan Seribu No. 60, Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Program ini diikuti oleh siswa kelas x dan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah.
Program PKM ini dijalankan oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang yang terdiri dari Syifana Bilqis Saidina Putri, Ersa Septiani, dan Selviana Maylani, serta dibimbing oleh Bapak Muhammad Gandung, S.E., M.M.

Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa memberikan materi yang sangat teknis dan aplikatif. Salah satu poin utamanya adalah pengenalan Metode STAR (Situation, Task, Action, Result). Melalui metode ini, siswa dilatih untuk menyusun narasi jawaban wawancara yang logis, sistematis, dan berbasis bukti nyata dari pengalaman mereka selama di sekolah atau organisasi. Selain itu, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya komunikasi non-verbal, seperti menjaga kontak mata, posisi duduk yang tegap, hingga cara berpakaian (professional grooming) untuk membangun impresi pertama yang positif di mata rekruter.
Sesi yang paling dinantikan oleh para peserta adalah simulasi wawancara kerja secara langsung (mock interview). Dalam sesi ini, siswa berhadapan langsung dengan mahasiswa pengabdi yang berperan sebagai HRD perusahaan. Pengalaman praktik langsung ini memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi siswa. Salah seorang siswa peserta mengungkapkan, “Awalnya saya sangat gugup dan bingung harus menjawab apa jika ditanya soal kelebihan dan kekurangan. Namun, setelah pelatihan dan simulasi ini, saya jadi lebih paham cara menjawab yang terstruktur dan merasa lebih siap secara mental.”
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan efikasi diri (self- efficacy) dan kepercayaan diri peserta. Siswa mulai menyadari bahwa kesuksesan dalam karier tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh kemampuan mempresentasikan potensi diri secara profesional.
Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa Universitas Pamulang berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih adaptif, kompetitif, dan memiliki daya saing tinggi di era Industri 4.0. Membekali siswa dengan keterampilan wawancara sejak dini adalah langkah nyata dalam menjembatani dunia pendidikan dengan dinamika dunia kerja yang sesungguhnya.
Penulis:
Syifana Bilqis Saidina Putri
Selviana Maylani
Ersa Septiani
Program Studi Manajemen Univeritas Pamulang







