PT Agung Podomoro Land Tbk (kode saham: APLN) masih membukukan rugi bersih sebesar Rp55,5 miliar pada kuartal I 2025. Namun, kerugian tersebut turun signifikan 49,5% dibandingkan rugi bersih Rp109,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Corporate Secretary APLN, Justini Omas, menyatakan perbaikan ini mencerminkan kinerja operasional yang solid serta strategi efisiensi biaya yang diterapkan secara menyeluruh.
“Kondisi pasar properti saat ini menuntut pelaku industri untuk lebih adaptif dan fokus pada kebutuhan masyarakat urban. APLN menjawab hal itu dengan menghadirkan produk-produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga sesuai dengan gaya hidup dan daya beli masyarakat,” ujar Justini dalam keterangan resminya di Jakarta.
Seiring dengan dinamika industri properti yang mulai menunjukkan pemulihan dan momentum positif, APLN menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pengembangan produk dan strategi pemasaran.
Perseroan optimis prospek sektor properti akan semakin membaik sepanjang 2025, terutama dengan dukungan kebijakan fiskal yang mendukung sektor ini seperti insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP), serta kebijakan lainnya.
Dengan fundamental yang kuat dan strategi bisnis yang adaptif, Agung Podomoro akan terus memainkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor properti nasional.
“Kami percaya, melalui inovasi dan komitmen terhadap kualitas, Agung Podomoro dapat terus memperkuat kinerja dan mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun,” tutup Justini
Penulis:
Dicky Febri Kurniawan
Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang







