TANGERANG SELATAN – Perayaan malam pergantian tahun kerap diwarnai dengan aktivitas makan barbeque (BBQ) dan api unggun yang menghadirkan suasana hangat dan kebersamaan. Namun, di balik popularitasnya, para pakar kesehatan lingkungan mengingatkan adanya ancaman serius dari paparan asap pembakaran kayu dan arang.
Laporan terbaru dari peneliti kesehatan lingkungan mengungkapkan bahwa asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu pada BBQ maupun tungku api luar ruangan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka pendek hingga jangka panjang. Risiko yang disebutkan meliputi gangguan pernapasan, penyakit kardiovaskular, hingga peningkatan potensi kanker.
Profesor John Wargo dari Universitas Yale, yang juga terlibat dalam lembaga Environment and Human Health Inc (EHHI), menyatakan bahwa partikel halus dalam asap kayu memiliki efek berbahaya bagi tubuh manusia. Ia menegaskan, paparan partikel tersebut dapat memicu penyakit paru-paru, gangguan jantung, dan kanker.
Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) mencatat bahwa asap kayu mengandung setidaknya lima senyawa kimia yang bersifat karsinogenik. Risiko paparan dinilai semakin tinggi jika aktivitas BBQ atau pembakaran dilakukan di area dekat rumah, karena asap dapat dengan mudah masuk ke dalam ruangan.
Dalam laporan yang sama, aktivitas pembakaran kayu disebut meningkat hingga 25 persen dalam beberapa tahun terakhir, terutama saat musim panas dan periode perayaan, seiring maraknya penggunaan BBQ serta tungku api portabel.
Meski demikian, sejumlah pakar menilai risiko tersebut tidak perlu disikapi secara berlebihan oleh masyarakat umum. Perawat jantung senior British Heart Foundation, Philippa Hobson, mengatakan bahwa penggunaan BBQ dalam waktu singkat umumnya aman bagi individu yang sehat. Namun, ia mengingatkan bahwa polusi udara tetap dapat memperburuk kondisi penderita penyakit jantung dan gangguan peredaran darah.
Peringatan lebih tegas disampaikan bagi penderita asma. Dokter umum sekaligus perwakilan Asthma UK, Dr Andy Whittamore, menyebut asap BBQ dapat memicu batuk, sesak napas, dan napas berbunyi pada sebagian penderita asma. Ia menyarankan agar kelompok rentan selalu membawa inhaler dan segera menjauh dari sumber asap jika gejala muncul.
Menjelang malam tahun baru, para ahli mengimbau masyarakat tetap merayakan dengan memperhatikan aspek keselamatan kesehatan. Menjaga jarak pembakaran dari rumah, memastikan ventilasi udara yang memadai, serta membatasi durasi BBQ dinilai dapat membantu menekan risiko paparan asap berbahaya.







