DEPOK- Sejumlah personel kepolisian dari tim Gegana, Inafis, hingga unit Perintis melakukan penyisiran di sejumlah sekolah di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (23/12/2025). Langkah ini dilakukan menyusul adanya teror ancaman bom yang diterima pihak sekolah melalui surat elektronik (email).
Salah satu sekolah yang diperiksa adalah Sekolah PGRI di Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoran Mas. Kepala Sekolah PGRI Jalan Pemuda, Nina Marliana, mengatakan teror tersebut pertama kali diketahui dari informasi yang beredar di kalangan Forum Kepala Sekolah se-Kota Depok (FKSS).
“Kami dapat email dari sesama anggota FKSS. Jadi ada beberapa sekolah yang juga menerima surat seperti ini,” ujar Nina dikutip dari Beritasatu.com.
Awalnya, pihak sekolah mengira ancaman tersebut hanya kabar bohong. Namun, setelah aparat kepolisian datang dengan perlengkapan lengkap, teror tersebut langsung ditangani secara serius.
“Kami pikir itu sekadar hoaks, tapi tadi tim kepolisian sudah cepat tanggap datang ke sini. Lengkap, ada Gegana, Inafis, motor Perintis, dan lainnya. Alhamdulillah, tidak ditemukan apa-apa,” katanya.
Nina menjelaskan, penyisiran dilakukan secara menyeluruh di seluruh area sekolah, mulai dari ruang kelas hingga bagian luar gedung. “Dicek semua, sampai ke atas, seluruh kelas,” ujarnya.
Meski tidak ditemukan benda mencurigakan, pihak sekolah mengaku tetap merasa khawatir. “Kalau sudah seperti ini kan serius. Mudah-mudahan cepat tertangkap pelakunya, termasuk apa motifnya,” ucap Nina.
Terkait aktivitas sekolah, Nina menyebut kegiatan belajar mengajar telah selesai. Namun, pada pagi hari sempat berlangsung pembagian rapor.
“Kalau kegiatan belajar sudah selesai. Tadi pagi ada pembagian rapor, tapi memang beberapa sekolah sudah tutup, termasuk yang mendapat email ini,” tuturnya.
Ia memastikan tidak ada barang berbahaya atau bahan peledak yang ditemukan selama proses pemeriksaan. “Tidak ada, tidak ditemukan apa-apa,” tegasnya.
Menurut Nina, email ancaman tersebut dikirim ke alamat email resmi sekolah pada pagi hari dan berisi ancaman serius.
“Isinya menyebut akan menculik dan menaruh bom. Dari emailnya memang cukup mengkhawatirkan,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku serta motif di balik teror email yang diterima sejumlah sekolah di wilayah Depok.







