JAKARTA – Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) mencatatkan capaian monumental dalam World’s Top 100 Academic Medical Centre (AMC) Hospitals 2025. Laporan terbaru menempatkan RSUI di peringkat 62 dunia, sebuah lonjakan signifikan sebesar 91 peringkat dari posisi 153 pada tahun sebelumnya.
Kenaikan luar biasa ini menempatkan RSUI sejajar dengan institusi medis akademik bergengsi global, seperti Royal Infirmary of Edinburgh, University Hospital Heidelberg, hingga King Fahad Medical City di Riyadh.
Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan percepatan transformasi ekosistem kesehatan akademik UI.
“Dalam beberapa tahun terakhir, UI mengambil langkah strategis untuk memperkuat riset, memperluas kolaborasi internasional, dan mengintegrasikan teknologi mutakhir ke dalam layanan dan pendidikan kedokterannya. Capaian ini berkat sinergi semua pihak,” kata Prof. Heri melalui keterangan tertulisnya, Jumat (28/11/2025).
Menurut Prof. Heri, pengakuan global ini mencerminkan reputasi UI yang kian diperhitungkan dalam ranah kesehatan internasional. RSUI dianggap sebagai simbol nyata dari jalur percepatan kelas dunia yang konsisten diupayakan oleh UI.
“RSUI adalah simbol dari transformasi UI. Kenaikan 91 peringkat ini menunjukkan bahwa dunia kini melihat kualitas riset, layanan kesehatan, dan kekuatan akademik yang sedang kita bangun,” ujarnya.
Di tengah kompetisi global yang ketat—di mana Johns Hopkins kembali menempati posisi terkuat dunia menggeser Mayo Clinic—kehadiran RSUI di peringkat 62 merupakan pencapaian monumental bagi Indonesia.
RSUI muncul sebagai salah satu rumah sakit akademik yang paling progresif di kawasan Asia. Fokus utama RSUI terletak pada penguatan riset klinis, modernisasi layanan berbasis teknologi, serta peningkatan standar keselamatan pasien. Kombinasi inovasi ini memperkuat posisi UI sebagai institusi pendidikan tinggi terdepan.
Rektor UI, yang merupakan alumnus Tohoku University dan baru-baru ini dianugerahi penghargaan AFEO Honorary Fellow 2025, menilai momentum ini harus menjadi bahan bakar baru untuk mempercepat program strategis UI ke depan.
“UI sudah dan sedang bergerak menuju level global. RSUI adalah salah satu wajah utama yang memperlihatkan bagaimana standar internasional kini menjadi budaya baru di Universitas Indonesia,” pungkasnya, sembari menambahkan bahwa RSUI tidak hanya membanggakan UI, tetapi juga membawa citra baru bagi layanan kesehatan Indonesia di mata dunia. (*)







