TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Inspektorat menggelar lomba mewarnai dan menggambar dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2026 sekaligus menyambut HUT Kota Tangsel ke-17. Kegiatan ini berlangsung dengan meriah dan diikuti ratusan siswa tingkat SD dan SMP.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie yang hadir membuka acara menyampaikan bahwa pendidikan nilai antikorupsi merupakan investasi penting untuk masa depan bangsa. Ia menegaskan, generasi muda yang saat ini masih duduk di bangku sekolah adalah penentu kualitas Indonesia pada tahun 2045.
“Pemerintah bekerja bukan hanya untuk hari ini. Kita sedang mempersiapkan generasi yang di tahun 2045 nanti akan berusia 27 sampai 31 tahun. Mereka inilah yang akan menjadi pelaku pembangunan bangsa,” ujar Benyamin.
Dalam sambutannya, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya membentuk karakter anak yang sehat secara fisik, mental, intelektual, dan moral. Ia bahkan mencontohkan nilai sederhana seperti tidak meminta uang jajan berlebih kepada orang tua sebagai bagian dari pendidikan antikorupsi sejak dini.
Selain itu, ia mengajak para siswa membatasi penggunaan gawai agar tidak terjebak dalam tekanan pergaulan digital yang berpotensi memicu perilaku negatif seperti bullying.
Inspektorat: Sosialisasi Antikorupsi Tidak Bisa Instan
Kepala Inspektorat Kota Tangsel Achmad Zubair menjelaskan, kegiatan lomba ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menanamkan nilai integritas kepada generasi muda.
“Sosialisasi antikorupsi dan anti-gratifikasi tidak bisa dilakukan secara instan. Untuk itu kami punya program Sapa Sekolah, yaitu penyuluhan antikorupsi yang dilakukan langsung ke sekolah-sekolah,” jelasnya.
Selain lomba mewarnai dan menggambar, tahun ini juga digelar lomba jingle antikorupsi. Untuk kategori juara favorit, penilaian dilakukan oleh masyarakat melalui Instagram resmi Inspektorat. Pengumuman akan dilakukan pada 9 Desember, dan penyerahan penghargaan dijadwalkan pada 15 Desember 2025.
Diharapkan Bentuk Karakter Generasi Masa Depan
Inspektorat menegaskan, tujuan utama lomba ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi menanamkan nilai kejujuran, kerja sama, serta semangat antikorupsi sejak dini.
“Dua puluh sampai tiga puluh tahun ke depan, anak-anak inilah yang akan memimpin. Kami ingin memastikan mereka tumbuh dengan nilai-nilai integritas,” ujar Zubair.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Wali Kota, jajaran Inspektorat, dewan juri, serta para peserta lomba.







