• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Selasa, 3 Februari, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

DISWAY: Ultah 美

Hadi Ismanto by Hadi Ismanto
Mei 12, 2025
in OPINI
Reading Time: 3min read
DISWAY: Ultah 美

Foto: Dok Disway

143
SHARES
1.9k
VIEWS

Oleh: DAHLAN ISKAN
Sang Begawan Media

TIDAK SENGAJA. Inilah utlah presiden terbesar dalam sejarah: 14 Juni lusa. Atau disengaja. Terserah saja.

Sebenarnya tanggal 14 Juni itu adalah ulang tahun bendera Amerika Serikat: The Stars and Stripes. Tapi kebetulan sekali, tanggal itu juga hari kelahiran Presiden Donald Trump.

Tahun ini memang istimewa. Ultah bendera Amerika itu yang ke-250. Sejak awal memang akan diperingati secara khusus, tapi lantas menjadi sangat istimewa setelah panitia menerima masukan dari Gedung Putih.

Maka berubahlah rencana itu. Awalnya saja sudah direncanakan diikuti oleh 7.000 tentara, 152 kendaraan perang, 50 pesawat tempur, dan ribuan undangan. Parade akan melintas di depan Gedung Putih. Presiden Trump, yang hari itu ulang tahun ke-79 akan berada di panggung kehormatan.

Maka anggaran peringatan pun membengkak. USA Today memperkirakan sampai sekitar Rp 700 miliar. Sudah termasuk biaya mengangkut armada tempur itu ke Washington DC. Tidak ada yang mempersoalkan: negara kaya bisa ulang tahun pakai biaya sebesar itu.

Bendera Amerika memang telah menjadi simbol paling tinggi untuk mewakili “inilah Amerika”. Garuda Amerika pun kalah. Bendera itu sekaligus telah menjadi simbol patriotisme melebihi bendera negara mana pun di mata rakyat mereka.

BACA JUGA :  DISWAY: Habib Bola

”Patriotisme simbol” tercipta dari peristiwa terjadinya ”perebutan” bendera itu: 1861. Yakni saat meletusnya perang sipil di Amerika. Bendera itu dipasang di Fort Sumter. Anda sudah tahu di mana benteng Fort Sumter: di pantai timur South Carolina.

Hari itu bendera tersebut akan diturunkan paksa. Yang menurunkan adalah aktivis negara-negara bagian di selatan yang ingin merdeka dari Amerika Serikat. Upaya itu berhasil digagalkan. Perang sipil terus berlangsung. Mereka mendirikan negara sendiri: Konfederasi Amerika. Utara dan selatan bertempur selama empat tahun. Selatan kalah.

Selama perang itulah The Stars and Stripes menjadi simbol patriotisme. Kalau awalnya hanya dikibarkan di instansi militer, sejak itu rakyat sipil pun mengibarkan The Stars and Stripes. Di rumah masing-masing. Apalagi setelah bisa dicetak masal di Tiongkok dengan sangat murahnya.

Sebelum itu mengibarkan bendera Amerika memerlukan ”perjuangan” tersendiri. Kombinasi warna, bintang dan garis-garis itu harus dijahit satu per satu. Betapa rumitnya. Ibu Fatmawati pasti tidak bisa menjahit bendera Amerika dalam satu malam seperti saat menyiapkan bendera Merah Putih menjelang 17 Agustus 1945.

BACA JUGA :  DISWAY: Salah Benar

Memang desain bendera Amerika terlihat amat cantik dan menarik. Mungkin paling cantik sedunia. Bendera kita termasuk yang paling sederhana: hanya merah dan putih, sama ukuran.

Kesederhanaan itu baru saya sadari saat ikut kunjungan Presiden SBY ke Amerika, Meksiko, Peru, dan Brasil.

Saat di Peru seorang wartawan di sana bertanya kepada saya: Itu bendera negara Anda? Hanya seperti itu?

Tentu saya jelaskan sejarah sang saka dwiwarna. Yang juga sangat heroik. Tapi ia tetap nyeletuk: “Kenapa tidak diberi sesuatu di tengahnya?”

Rasanya sulit mengubah bendera. Pun bila alasannya untuk memperkuat negara kesatuan. Misalnya dengan diberi gambar pulau-pulau dari Sabang sampai Merauke di tengahnya. Pasti ada yang protes: kok ”pulau saya” tidak dimasukkan. Padahal dimasukkan. Hanya karena kecil tidak terlihat.

Bagaimana kalau di tengahnya diberi gambar Bung Karno? Atau diberi gambar Megawati dan Jokowi berangkulan? Pasti akan ribut.

Biarlah tetap Merah Putih –merah darahku, putih tulangku, kata penyanyi patriotik Gombloh.

BACA JUGA :  Anies Baswedan dan Gerakan Liberté, Égalité, Fraternité

Tentu si wartawan Peru tidak tahu kalau bendera Monaco juga hanya merah dan putih. Bahkan Polandia hanya membalik posisi merah putihnya bendera Indonesia.

Pengakuan bahwa bendera Amerika itu indah nan cantik diberikan juga oleh orang Asia. Sejak dahulu kala. Yakni sejak kali pertama orang Tiongkok melihat bendera itu di tahun 1784.

Di tahun itu, menurut literatur, sebuah kapal dagang Amerika mendarat di Guangzhou. Di atas kapal itu berkibar The Stars and Stripes. Saya curiga: jangan-jangan maksudnya merapat di Hong Kong yang saat itu juga termasuk Guangdong.

Begitu kagum orang-orang Canton melihat desain bendera itu. Mereka menganggapnya indah. Seperti bunga. Sampai disebut sebagai bendera bunga. “美” kata mereka. “Mei”.

Dari situlah sejarahnya mengapa Amerika disebut “美国” (Mei Guo) dalam bahasa Mandarin. Anda sudah tahu: 美 artinya “cantik”. 国, artinya “negara”.

Sayang baru tanggal 19 Mei nanti saya bisa mendarat di Amerika. Tidak sempat ikut menghadiri ultah Trump –ups, ultah ke-250 bendera yang “美” itu.(*)

Tags: Amerika Serikatdiswaydonald trumpopini
Previous Post

Pantau Lalin Libur Panjang di Tol Trans Jawa, Kakorlantas: Polisi Tetap Layani Masyarakat

Next Post

368.470 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Jelang Libur Waisak

Related Posts

Soal Sampah Tangsel, Pengamat Nilai Perlu Langkah Mendesak
OPINI

Soal Sampah Tangsel, Pengamat Nilai Perlu Langkah Mendesak

Desember 16, 2025
3k
Rebutan Kendali Pilkada: Quo Vadis Demokrasi Kita?
OPINI

Rebutan Kendali Pilkada: Quo Vadis Demokrasi Kita?

Desember 12, 2025
3.1k
Menafsir Gugatan Pemberhentian Dewan oleh Masyarakat
OPINI

Menafsir Gugatan Pemberhentian Dewan oleh Masyarakat

November 29, 2025
2.2k
Mukota IV Kadin Tangsel: Momentum Membangun Sinergi dan Lompatan Ekonomi Baru
OPINI

Mukota IV Kadin Tangsel: Momentum Membangun Sinergi dan Lompatan Ekonomi Baru

Oktober 25, 2025
1.3k
Polisi Bekuk Muncikari yang Pekerjakan Remaja Sebagai PSK di Jaksel
MEGAPOLITAN

Tangkap Pengedar Narkoba, Polda Metro Sita 2,1 Kilogram Ganja

Oktober 23, 2025
1.2k
DISWAY: Selimut Danantara
OPINI

DISWAY: Selimut Danantara

Oktober 13, 2025
1.2k
Next Post
Simak, Ini Jadwal Penerapan One Way Arus Balik Lebaran 2025

368.470 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Jelang Libur Waisak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN

© 2022 TangselXpress.com