• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Minggu, 30 November, 2025
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • PENDIDIKAN
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • PENDIDIKAN
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

DISWAY: Crew Beras

admin by admin
Desember 10, 2024
in NEWS, OPINI
Reading Time: 3min read
disway cre beras
89
SHARES
3.5k
VIEWS

Oleh: DAHLAN ISKAN
Sang Begawan Media

KALAU ada CREW 8 jangan keburu menilai itu bagian dari program NASA-nya Amerika Serikat.

Indonesia punya CREW 8-nya sendiri. Cita-citanya juga tidak kalah tinggi: menjadi pendukung utama swasembada pangannya Presiden Prabowo Subianto. Lebih lagi ketika target itu dimajukan dari tahun 2029 ke 2027.

Menurut keterangan CREW 8 Indonesia, dukungan itu segera dideklarasikan: bulan ini juga.

Yang menarik adalah siapa saja partner CREW 8 di bidang itu: Wilmar Padi, pabrik pupuk hayati Biotek, dan organisasi swadaya masyarakat Seknas Badan Usaha Milik Petani (BUMP).

Anda sudah tahu Wilmar. Grup usaha raksasa di bidang kelapa sawit dan minyak goreng. Sejak tahun 2018 Wilmar membentuk anak perusahaan: Wilmar Padi. Sejak itu Wilmar masuk ke usaha tani padi.

Yang dilakukan Wilmar Padi adalah menyerap gabah hasil petani. Operasi pertamanya di Mojokerto Jatim. Belum terlalu kelihatan di lapangan. Mungkin maih harus belajar memahami ekosistemnya.

Misalnya saat panen tiba. Wilmar harus hati-hati. Wilmar harus menunggu dulu penetapan patokan harga beli dari pemerintah.

Kadang ketika harga patokan keluar kenyataan di lapangan sudah lebih tinggi. Wilmar ragu apakah ikut harga pasar atau harga yang ditetapkan pemerintah.

BACA JUGA :  DISWAY: No Day

Di lapangan, tahun-tahun terakhir pedagang gabah juga aktif melakukan pembelian langsung ke petani. Mereka adalah ”pedagang mandiri”. Pedagang kelas menengah. Pakai uang mereka sendiri. Mereka bisnis beras dengan cara membeli gabah.

TP Rachmat juga terjun ke bisnis beras. Pengusaha terkemuka ini bisnis beras lewat bendera PT Belitang Panen Raya (BPR). Itu bagian dari PT Sumber Energi Pangan (SEP) di bawah naungan Triputra Group.

Dalam kerja sama itu kelihatannya Wilmar Padi akan bertindak mirip Bulog-nya swasta. Di saat panen Wilmar membeli gabah, digiling di pabriknya jadi beras. Itulah beras merk Sania.

Sukarto Bujung juga terjun ke beras. Awalnya ia pedagang beras di Palembang. Lalu mendirikan PT Buyung Poetra Sembada Tbk, bergerak di beras premium. Kode emitennya HOKI. Merk berasnya Topi Koki.

Demikian juga Joko Mogoginta. Perusahaannya, PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) juga terjun ke sawah.

Saya tidak terlalu tahu partner CREW 8 yang akan menangani pupuk: Biotek. Di zaman ini terlalu banyak produk pupuk hayati di pasaran. Ibaratnya semua orang bisa bikin pupuk hayati.

BACA JUGA :  DISWAY: Fufu Papa

Semua merek mengaku yang terbaik. Saya sudah mencoba banyak jenis pupuk hayati namun hasilnya, rasanya, kurang lebih sama.

“Semua merek itu pada dasarnya punya komposisi yang sama. Sudah standar,” ujar sahabat Disway yang juga memproduksi pupuk hayati.

Komposisi pupuk hayati adalah bakteri penambat nitrogen, bakteri pelarut phosphate dan bakteri pengurai. “Paling ditambah hormon-hormon tumbuh dan enzim tertentu,” katanya.

Saya saya tahu Biotek punya pabrik di Solo. Juga di Bogor. Tapi saya belum pernah berkunjung ke sana.

Partner CREW 8 satunya saya juga kenal baik dengan ”pemiliknya”: Dr Ir Sugeng Edi Waluyo lah yang mendirikan Sekretariat Nasional Badan Usaha Milik Petani (Seknas BUMP).

Dr Edi memang gigih memperjuangkan nasib petani. Ia ingin agar petani mau membuat badan usaha. Lalu mengelola pertaniannya secara bisnis.

Saya hubungi Dr Edi hari Minggu kemarin. Sore hari. Ia masih dalam perjalanan dari Samarinda ke Balikpapan. Ia baru saja tiba dari pedalaman Kaltim. Dari Barong Tongkok. Ia mendirikan dua BUMP di sana.

Barong Tongkok, Kutai Barat, sepotong wilayah di Kaltim yang cocok untuk pertanian. Pertanian sayur mayurnya kini bisa memenuhi kebutuhan Samarinda dan Balikpapan –yang dulu didatangkan dari Jawa atau Sulawesi.

BACA JUGA :  Keppres Biaya Haji 1445 H Terbit, Catat Besaran dan Tahapan Pelunasannya

“Tidak mampir IKN,” tanya saya.

Satu jam kemudian ia kirim foto lagi mejeng di IKN. Tampak Istana Garuda berada jauh di belakangnya.

Dr Edi sudah mendirikan lebih 200 BUMP di seluruh Indonesia. Satu BUMP terdiri dari 300 sampai 1000 petani. Yang mewakili mereka di BUMP adalah pengurus kelompok tani (Koptan). Satu Koptan biasanya beranggotakan 30-an petani.

Saya akan memonitor kerja sama tiga lembaga itu. Seberapa efektif kerja mereka dalam mendukung swasembada pangan tahun 2027.

Dari segi semangat, ketulusan, dan loyalitas ke sektor pertanian saya tidak ragu: delapan orang yang tergabung dalam CREW 8 adalah prajurit-prajurit sejati, mantan anggota Kopassus yang sangat loyal kepada Prabowo. Ibaratnya mereka itu pejah gesang nderek Prabowo.

Ketuanya: Catur Puji Santoso yang saat di Kopassus dulu berpangkat kolonel. CREW sendiri, akhirnya Anda harus tahu: itu singkatan dari Caraka Radmila Ekawira Wiguna.

Itulah jalan mulia untuk menuju bahagia. Begitu juga mestinya harapan petani Indonesia.(*)

 

Tulisan ini sudah tayang di Disway.id

Tags: dahlan iskandisway
Previous Post

Dukung Ekosistem Digital UMKM, BRI Hadirkan Program QRIS UMI Tanpa Biaya MDR

Next Post

Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Basah Sejak Pagi

Related Posts

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Jalin Kolaborasi dengan SOGO
ADVERTORIAL

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Jalin Kolaborasi dengan SOGO

November 29, 2025
3.2k
Konsep Otomatis
NASIONAL

Prabowo: Jangan Sampai Anggaran Pendidikan Dikorupsi

November 29, 2025
1.5k
Menafsir Gugatan Pemberhentian Dewan oleh Masyarakat
OPINI

Menafsir Gugatan Pemberhentian Dewan oleh Masyarakat

November 29, 2025
2.2k
Tangsel Raih Predikat Kota Terbaik TP2DD Tahun 2025
TANGERANG SELATAN

Tangsel Raih Predikat Kota Terbaik TP2DD Tahun 2025

November 29, 2025
3.1k
Benyamin Dampingi Andra Soni Resmikan MRF Bintaro Jaya
TANGERANG SELATAN

Benyamin Dampingi Andra Soni Resmikan MRF Bintaro Jaya

November 29, 2025
1.2k
Dukung Pemerintah Larang Impor Pakaian Bekas Ilegal, Pelaku Usaha Lokal Gaungkan Slogan ‘Indonesia Emas Bukan Indonesia Bekas’
NASIONAL

Dukung Pemerintah Larang Impor Pakaian Bekas Ilegal, Pelaku Usaha Lokal Gaungkan Slogan ‘Indonesia Emas Bukan Indonesia Bekas’

November 29, 2025
3k
Next Post
hujan

Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Basah Sejak Pagi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • PENDIDIKAN
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN

© 2022 TangselXpress.com