BERBICARA tentang manajemen tidak terlepas dari upaya untuk melakukan pengaturan secara sistematis sehingga tujuan dari organisasi terutama lembaga pendidikan bisa tercapai sesuai dengan yang dicita-citakan.
Sebagai suatu ilmu manajemen memiliki konsep dasar serta tujuan yang jelas, A.F. Stoner mengungkapkan bahwa manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunaan sumber daya organisasi agar mencapai tujuan yang telah ditetatapkan.
Senada dengan A.F. Stoner, Terry dalam bukunya Principle of Management mengatakan bahwa manajemen adalah proses yang terinci tentang perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan manusia dan sumber daya lainnya. (Siti Farikhah, Manajemen Lembaga pendidikan 2015 : 2)
Manajemen dalam dunia pendidikan di Indonesia menghadapi berbagai tantangan signifikan, terutama dengan meningkatnya fokus pada kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghdapi era digital dan globalisasi.
Saat ini, salah satu isu besar dalam pendidikan Indonesia adalah kesenjangan kualitas antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Faktor-faktor seperti distribusi guru, akses terhadap teknologi, dan infrastruktur masih menjadi tantangan utama.
Manajemen pendidikan yang terfokus pada pemerataan menjadi sangat penting dalam konteks ini. Kementerian Pendidikan, misalnya, telah menerapkan program Merdeka Belajar untuk mendukung kreativitas dan kemandirian belajar, tetapi efektivitas program ini sangat bergantung pada kualitas manajemen di setiap daerah.
Kaitannya dengan fenomena kekurangan tenaga pengajar yang kompeten di daerah-daerah terpencil, diperlukan strategi manajemen yang lebih inovatif. Manajemen pendidikan di sini harus mampu menjembatani berbagai kepentingan, mulai dari pengelolaan anggaran yang memadai hingga implementasi teknologi pendidikan yang efektif.
Penggunaan teknologi seperti e-learning dan pembelajaran jarak jauh dapat menjadi solusi untuk menghadirkan pendidikan berkualitas di daerah terpencil. Namun, hal ini memerlukan manajemen yang mampu mengatur infrastruktur digital, mengelola konten pendidikan, serta melatih guru dalam penggunaan teknologi secara efektif.
Selain itu, manajemen pendidikan juga berperan dalam pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman. Fenomena kebutuhan skill abad ke-21 seperti kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan bekerja sama menjadi semakin mendesak untuk diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan. Pihak manajemen pendidikan, baik di tingkat nasional maupun daerah, harus mampu melakukan penyesuaian kurikulum yang sesuai dengan standar global namun tetap memperhatikan karakteristik lokal.
Manajemen pendidikan juga berperan penting dalam menjamin lingkungan belajar yang inklusif. Di Indonesia, kesadaran akan pentingnya inklusivitas semakin meningkat, namun realisasinya masih kurang optimal. Pengelolaan yang baik diperlukan untuk menyusun kebijakan dan pelatihan bagi tenaga pendidik guna mendukung siswa dengan kebutuhan khusus. Ini mencakup penyediaan fasilitas yang memadai, kurikulum khusus, dan metode pengajaran yang adaptif.
Secara keseluruhan, ruang lingkup manajemen pendidikan di Indonesia mencakup berbagai aspek yang luas, mulai dari perencanaan program hingga implementasi kebijakan. Untuk menjawab fenomena-fenomena pendidikan di Indonesia, pendekatan manajemen yang lebih fleksibel, kolaboratif, dan berbasis teknologi menjadi kebutuhan utama. Membangun SDM yang adaptif, kreatif, dan berkualitas merupakan tujuan yang hanya bisa dicapai melalui manajemen pendidikan yang responsif terhadap perkembangan zaman dan tantangan lokal.
Penulis:
Ishak 231011202020
Rosmaidah 221011200351
Stela Marsela Ditty 221011200006
Mahasiswa Universitas Pamulang prodi S1 Akuntansi Manajemen
Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.







