AKSI kreatif dilakukan oleh para siswa SMA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan. Sampah organic yang merupakan limbah, seperti kulit buah dan daun-daun, berhasil mereka “sulap” menjadi produk bernilai guna tinggi. Yaitu larutan pupuk ecoenzym dan kain ecoprint.
Produk kreasi para siswa tersebut dipamerkan dalam gelaran “Panen Raya Projek P5” dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”, di SMAN 1 Tangerang Selatan, Jumat (17/5/2024) lalu.
Aksi para siswa SMAN 1 Kota Tangerang Selatan itu dilakukan dalam rangka Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Projek ini menjadi wadah para siswa untuk beraksi, berkreasi, dan berinovasi.

Diharapkan para siswa menjalankan perannya dalam menjaga lingkungan sekitar untuk keberlangsungan hidup berkelanjutan.
Dalam kegiatan itu, para siswa SMAN 1 Kota Tangerang Selatan mengubah sampah kulit buah dan dedaunan menjadi barang dengan nilai guna, yaitu ecoenzym dan ecoprint.
Ecoenzym merupakan cairan segudang manfaat yang terbuat dari campuran air, sampah kulit buah, dan molase. Kemudian didiamkan selama 3 bulan untuk dapat digunakan dalam berbagai macam keperluan.
Ecoenzym bisa digunakan sebagai pupuk tanaman, bahan pembersih, pengusir hama, pengobatan penyakit kulit, pengobatan luka, hingga penjernih air. Cairan ecoenzym dapat diolah kembali menjadi produk sabun batang, sabun cair, bahkan sisa ampasnya dapat dijadikan bantal ecoenzym. Sabun alami yang terbuat dari ecoenzym aman digunakan dengan PH yang sudah disesuaikan dengan kult manusia.
Selain mengolah sampah kulit buah menjadi ecoenzym, para siswa juga mengolah sampah dedaunan menjadi ecoprint. Pada dasarnya, ecoprint adalah pewarnaan dan pencetakan pola dari bahan alami, seperti daun dan bunga pada kain.

Keunggulan dari Ecoprint adalah pola yang dihasilkan terlihat alami seperti aslinya, warnanya pekat, dan tahan lama. Terdapat berbagai teknik untuk pembuatan ecoprint. Namun dalam aksi ini, para siswa menggunakan teknik pukul atau pounding.
Melalui aksi yang dilakukan oleh siswa SMAN 1 Kota Tangerang Selatan, dapat dilihat contoh nyata dari sampah organik yang sering dianggap remeh dapat diubah menjadi solusi berkelanjutan bagi lingkungan. Karena mereka tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga memberi kontribusi positif terhadap upaya pelestarian lingkungan.
Penulis:
Az-Zahra Shita Maulana Putri







