• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Minggu, 18 Januari, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home PENDIDIKAN

Teknologi Baru Tingkatkan Produksi Beras di Simalungun

Aenna Rahman by Aenna Rahman
Juni 26, 2024
in PENDIDIKAN
Reading Time: 4min read
Teknologi Baru Tingkatkan Produksi Beras di Simalungun
299
SHARES
3k
VIEWS

KABUPATEN Simalungun, Sumatera Utara, terkenal sebagai lumbung padi yang menopang ketahanan pangan di wilayah tersebut. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, produksi beras di Simalungun mengalami stagnasi, bahkan cenderung menurun. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti hama penyakit tanaman, perubahan iklim, dan penerapan praktik budidaya padi yang kurang optimal.

Menyadari hal tersebut, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kembali produksi beras di Simalungun. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penerapan teknologi baru dalam budidaya padi.

Teknologi baru ini terbukti mampu meningkatkan hasil panen padi secara signifikan, sehingga dapat membantu mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Simalungun Beberapa contoh teknologi baru yang telah diterapkan di Simalungun antara lain:

Penggunaan varietas padi unggul yang tahan hama penyakit dan memiliki potensi hasil panen tinggi, seperti Inpari 33, IR64, dan Gajah Tunggal, telah terbukti mampu meningkatkan hasil panen. Sistem tanam jajar legowo membuat tanaman padi mendapatkan sinar matahari dan udara yang lebih optimal, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen.Penggunaan pupuk organik, seperti pupuk kandang dan kompos, dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Pengendalian hama penyakit terpadu (PHT)merupakan strategi pengendalian hama penyakit yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dibandingkan dengan penggunaan pestisida kimia. Penggunaan teknologi irigasi yang lebih efisien, seperti irigasi tetes dan irigasi kabut, dapat membantu menghemat air dan meningkatkan produktivitas lahan.

Penggunaan mesin dan peralatan pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi dalam proses penanaman, pemeliharaan, dan panen.pemantauan merupakan langkah penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian padi modern. Sensor tanah untuk mengukur kelembaban, nutrisi, dan kondisi tanah lainnya membantu petani dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat waktu dan akurat. Pemantauan secara real-time juga memungkinkan deteksi dini terhadap masalah yang mungkin timbul, sehingga tindakan korektif dapat segera dilakukan.

BACA JUGA :  Mahasiswa Mercu Buana Berikan Pelatihan kepada UMKM Shava Coffee untuk Tingkatkan Brand Awareness

Penerapan teknologi baru ini tidak hanya meningkatkan hasil panen padi, tetapi juga memberikan manfaat lain bagi petaniHasil panen padi yang lebih tinggi berarti pendapatan petani pun akan meningkat.  Peningkatan produktivitas teknologi baru seperti varietas unggul yang tahan penyakit, pemupukan yang tepat dosis, dan sistem irigasi yang efisien secara kolektif meningkatkan produktivitas tanaman padi.

Varietas padi yang lebih produktif menghasilkan hasil panen yang lebih besar per hektar, sementara pemupukan yang disesuaikan dan irigasi yang efisien membantu tanaman dalam memperoleh nutrisi dan air yang cukup, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan optimal.

Penerapan teknologi modern sering kali mengurangi biaya produksi secara keseluruhan. Misalnya, penggunaan pupuk dan pestisida yang lebih efisien berarti pengeluaran untuk input-input ini dapat ditekan. Selain itu, penggunaan mesin dan peralatan modern seperti mesin tanam dan mesin panen mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, yang dapat mengurangi biaya tenaga kerja dapat membantu membantu dalam pengelolaan yang lebih efisien terhadap sumber daya alam seperti air dan tanah.

Sistem irigasi berbasis presisi seperti irigasi tetes dan penggunaan sensor untuk pemantauan kelembaban tanah membantu dalam mengurangi penggunaan air secara berlebihan dan mengurangi risiko erosi tanah. Selain itu, penggunaan pupuk yang tepat dosis berdasarkan analisis tanah dan pemantauan nutrisi tanaman juga mengoptimalkan penggunaan pupuk dan mengurangi pencemaran lingkungan akibat kelebihan nutrien.

Penanaman padi modern juga berdampak positif pada keberlanjutan lingkungan Penggunaan input-input seperti air, pupuk, dan pestisida yang lebih efisien mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, seperti pencemaran air dan tanah serta degradasi tanah akibat penggunaan yang berlebihan.

BACA JUGA :  Keren, Tim Paskibra SMAN 6 Tangsel Sabet Juara Caraka LBB Skynation 2023

Praktik-praktik konservasi tanah dan air yang diterapkan juga membantu dalam mempertahankan kesuburan tanah jangka panjang.Produksi padi yang lebih tinggi dapat membantu mewujudkan ketahanan pangan di wilayah Simalungun. Meskipun teknologi baru telah terbukti mampu meningkatkan produksi beras di Simalungun, namun masih terdapat beberapa tantangan yang menjadi masalah mendasar menghambat kemajuan dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha pertanian padi. Tidak semua petani memiliki akses terhadap teknologi baru, terutama petani kecil dan marginal. Tidak semua petani memiliki akses atau pengetahuan yang memadai terkait dengan teknologi pertanian modern. Misalnya, penggunaan sensor tanah untuk mengatur irigasi secara otomatis atau pemantauan kondisi tanaman menggunakan teknologi satelit dan drone masih belum umum di kalangan petani di daerah terpencil atau dengan akses terbatas ke pendidikan dan pelatihan pertanian.

Perubahan iklim dan variabilitas cuaca menjadi ancaman serius bagi penanaman padi. Peningkatan suhu, pola curah hujan yang tidak teratur, dan kekeringan dapat berdampak negatif terhadap produktivitas dan kualitas hasil panen. Sistem irigasi yang tidak memadai atau kurangnya infrastruktur untuk mengatasi tantangan iklim ini bisa memperburuk kondisi.

Penanaman padi memerlukan pengelolaan air yang efisien dan terkoordinasi. Masalah seperti kekurangan air atau pengaturan air yang tidak tepat dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan mengurangi hasil panen. Petani perlu mengadopsi praktik irigasi yang hemat air dan berkelanjutan untuk meminimalkan kerugian akibat masalah air. Menemukan pasar yang stabil dan harga yang menguntungkan untuk hasil panen merupakan tantangan lain.

Petani sering kali menghadapi masalah dalam distribusi produk mereka, terutama jika mereka tidak memiliki akses langsung ke pasar yang lebih besar atau infrastruktur logistik yang memadai untuk mengirimkan produk mereka secara tepat waktu dan dalam kondisi baik. Biaya penerapan teknologi baru, seperti biaya pembelian varietas padi unggul dan peralatan irigasi, dapat menjadi kendala bagi petani.Petani perlu mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk dapat menerapkan teknologi baru dengan tepat dan efektif. 

BACA JUGA :  Ide dan Tips Bisnis bagi Generasi Muda

Agar teknologi baru dapat memberikan manfaat yang optimal bagi petani dan mewujudkan ketahanan pangan di Simalungun, diperlukan upaya yang berkelanjutan dari berbagai pihak, pemerintah perlu memberikan dukungan dan fasilitasi bagi petani dalam mengakses teknologi baru, seperti melalui penyediaan bantuan modal, penyuluhan, dan pelatihan.

Pemerintah dapat membangun dan meningkatkan infrastruktur pertanian seperti jalan, irigasi, dan sarana penyimpanan hasil pertanian. Hal ini akan membantu memperlancar distribusi hasil panen dan mengurangi kerugian pasca panen. Program pendampingan teknis kepada petani modern penting untuk memperkenalkan teknologi baru dan praktik pertanian yang lebih efisien.

Dengan demikian, petani dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko kegagalan panen. Pemerintah dapat menyediakan program asuransi pertanian yang memadai untuk melindungi petani dari risiko kegagalan panen akibat bencana alam atau penyakit tanaman. Ini dapat memberikan keamanan finansial bagi petani modern. Mendorong pengembangan pasar lokal dan regional serta memperluas akses petani ke pasar domestik dan internasional.

Ini termasuk pelatihan dalam manajemen pasca panen dan standar kualitas yang diperlukan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Perguruan tinggi dan lembaga penelitian perlu melakukan penelitian dan pengembangan teknologi baru yang sesuai dengan kondisi lokal di Simalungun. Sektor swasta dapat terlibat dalam pengembangan dan penyediaan teknologi baru bagi petani, serta dalam membangun infrastruktur pendukung, seperti sistem irigasi dan gudang penyimpanan.

 

Penulis:

Winaya Apradita

Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.
Tags: Artikel mahasiswaMahasiswa UIN Syarif Hidayatullah JakartapendidikanTeknologi baru tingkatkan produksi beras
Previous Post

3 Anggota Satpol PP Terluka saat Penertiban PKL di Puncak, 1 Warga Diamankan karena Membawa Golok

Next Post

Keterkaitan Kode Etik Profesi Akuntansi dengan Kasus Fraud PT Garuda

Related Posts

Perkuat Tata Kelola Fakultas, Rektor UI Lantik Pimpinan Baru dan Tekankan Peran Dekan Layaknya CEO
PENDIDIKAN

Profil Heri Hermansyah, Rektor UI yang Sukses Menembus Peringkat 200 Dunia

Januari 14, 2026
148
Pengendalian Organisasi Jasa Keuangan Studi Kasus PT Asuransi Jiwasraya
PENDIDIKAN

Megaskandal Keuangan: Kasus PT Asuransi Jiwasraya dan Kegagalan Audit

Desember 19, 2025
2.4k
Peran Teknologi dalam Menyongsong Kemajuan Ekonomi UMKM
PENDIDIKAN

Dampak Negatif Teknologi dan Informasi

Desember 17, 2025
3.1k
Mahasiswa Akuntansi Unpam Gelar PKM di SMK Gyokai Bertema Penguatan Pendidikan, Sains, dan Teknologi Menuju Ekonomi Kreatif Berkelanjutan
DUNIA KAMPUS

Mahasiswa Akuntansi Unpam Gelar PKM di SMK Gyokai Bertema Penguatan Pendidikan, Sains, dan Teknologi Menuju Ekonomi Kreatif Berkelanjutan

Desember 16, 2025
3.5k
Pengaruh Positif Makanan dan Minuman Manis 
DUNIA KAMPUS

Pengaruh Positif Makanan dan Minuman Manis 

Desember 9, 2025
2.8k
UNPAM Selenggarakan Seminar Nasional Simfoni Kreasi 2025, Tekankan Penguatan Smartpreneur di Era AI
PENDIDIKAN

UNPAM Selenggarakan Seminar Nasional Simfoni Kreasi 2025, Tekankan Penguatan Smartpreneur di Era AI

Desember 4, 2025
3.2k
Next Post
garuda

Keterkaitan Kode Etik Profesi Akuntansi dengan Kasus Fraud PT Garuda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN

© 2022 TangselXpress.com