TANGSELXPRESS – Saat tengah menjalani safari politik di kota Sorong, Papua Barat, calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan mendapat pertanyaan dari awak media terkait data rasio mengenai jumlah lulusan perguruan tinggi yang berpendidikan strata 2 (S2) dan strata 3 (S3) di Indonesia masih sangat rendah. Bahkan, jumlahnya masih kalah dari negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia.
Menanggapi hal tersebut, Anies justru kembali bertanya mengapa masalah tersebut baru dibahas sekarang ini.
“Ini seharusnya yang dibahas kemarin-kemarin. Jadi ya, memang itu faktanya yang ada di kita, itulah sebabnya bagaimana kita memberikan perhatian yang lebih kepada pendidikan,” kata Anies pada wartawan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Jempur, Sorong, Papua Barat, Selasa (16/1/2024).
Selain itu, Anies turut menekankan bahwa pihaknya berkomitmen tidak hanya membangun penopang manusia, tetapi juga individu yang ada di dalamnya.
“Kota itu disebut hidup dan mati itu bukan karena ada gedung ataupun tidak ada gedung. Walaupun gedungnya penuh, jalannya baik, kalah tidak ada orangnya yang tinggal disebut juga kota mati,” tegasnya.
“Jadi yang menentukan yaitu adalah manusia, kualitas manusianya untuk tingkat pendidikan. Masalah kita dan itu seharusnya sudah menjadi perhatian sejak dulu,” tambah Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sempat kaget saat mengetahui rasio penduduk Indonesia yang berpendidikan S2 dan S3 yang sangat rendah. Jokowi berujar, rasio penduduk Indonesia berpendidikan tinggi terhadap populasi produktif lebih rendah dibandingkan negara di ASEAN.
“Rasio penduduk berpendidikan S2 dan S3 terhadap populasi produktif itu juga masih sangat rendah sekali kita ini. Saya kaget juga kemarin dapat angka ini, saya kaget,” kata Jokowi dalam Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia di Surabaya, Senin (15/1/2024).
Indonesia berada di angka 0,45 persen, sedangkan Vietnam dan Malaysia 2,43 persen. Lebih miris lagi, rasio penduduk berpendidikan tinggi terhadap populasi produktif Indonesia sangat jauh dibandingkan negara-negara maju yang berada di angka 9,8 persen.
“Indonesia itu di angka 0,45 persen. 0,45 persen. Negara tetangga kita, Vietnam Malaysia sudah di angka 2,43 persen. Negara maju 9,8 persen. Jauh sekali,” jelasnya.







