TANGSELXPRESS – Beberapa waktu lalu sempat heboh tentang harga uang koin kuno yang dihargai ratusan juta rupiah.
Di salah satu marketplace, uang kuno Indonesia Belanda 5 Gulden yang terbit 1939 dijual dengan harga Rp 3,8 juta. Ada juga berbagai uang logam kuno asal Singapura, Cina, Perancis, dan Belanda dibanderol dengan harga Rp 100 juta.
Ada pula uang kertas kuno USD 1 dengan tahun terbit 1981 yang dijual dengan harga Rp 10 juta.
Tak hanya uang asing, sejumlah uang kuno produksi Indonesia juga menjadi buruan pecinta uang kuno.

Misalnya, uang koin Rp 25 keluaran tahun 1996 yang bergambar biji pala. Kemudian uang koin Rp 50 keluaran tahun 1971 yang bergambar burung Cenderawasih, uang koin Rp 100 keluaran tahun 1978 yang bergambar wayang dan rumah gadang.
Lalu, uang koin Rp 500 keluaran tahun 1992 yang bergambar bunga melati, berwarna kuning dan uang koin Rp 1.000 yang bergambar kelapa sawit.
Uang itulah yang kabarnya saat ini banyak dicari para kolektor. Bahkan, mereka rela merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah demi memburu uang koin incarannya.

Siapa sangka, di Kota Tangerang Selatan atau tepatnya di Vila Dago, Pamulang, ada salah satu kolektor uang uang kuno. Dia adalah Mariana C Lerrick, warga Alam Asri, Benda Baru, Pamulang.
Wanita yang juga calon anggota legislatif DPRD Kota Tangsel Dapil Pamulang ini memiliki banyak uang koin yang saat ini jadi buruan kolektor.
“Uang koin yang disebutkan tadi saya punya banyak. Dan saat ini masih saya simpan dengan baik,” kata Mariana C Lerrick kepada Tangselxpress.com.
Perempuan yang maju Pileg 2024 bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku tak menyangka jika koin yang dia simpan saat ini menjadi buruan para kolektor.

“Semua uang yang saya simpan dalam kondisi baik karena saya perlakukan khusus. Baik yang koin maupun kertas, semuanya dalam kondisi sangat baik,” kata wanita yang akrab disapa dengan sebutan Mbak Riri itu.
Hobi mengoleksi uang koin dan kertas yang dilakukan Mariana C Lerrick sudah berlangsung sejak lama. Tak hanya uang kuno, Mariana C Lerrick juga mengoleksi sejumlah benda antik lainnya. Seperti Alquran mini yang dikenal dengan sebutan stambul.

“Sejak dulu saya suka koleksi, seneng aja. Saya lupa, mulainya tahun berapa. Yang pasti sudah lama. Bahkan, dulu saya suka koleksi keris juga lho,” kata Mariana.
Untuk menambah koleksinya, Mariana tak segan-segan berburu hingga luar kota. Di antara koin yang dia simpan, ada yang dia peroleh dari Cirebon dan Bandung.
Lalu, bagaimana jika ada yang serius ingin membelinya? ”Kalau memang serius, silakan saja datang ke rumah saya,” kata Mariana sambil tertawa.








