TANGSELXPRESS – BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diminta untuk selalu proaktif melindungi kesehatan masyarakat di wilayah DKI Jakarta terutama munculnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat polusi udara yang melanda ibu kota beberapa waktu belakangan ini.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai dampak buruk dari polusi udara terhadap kesehatan masyarakat, terutama tantangan terhadap munculnya ISPA di wilayah DKI Jakarta.
Meski belum masuk kategori darurat ISPA, Kurniasih nmengungkapkan bawha tidak ada salahnya melakukan mitigasi dan kesiapan menghadapi sebuah kondisi.
Ia pun mendorong BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan dan pelayanan medis yang memadai bagi pasien ISPA.
“ISPA adalah salah satu penyakit yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kita mengharapkan kesiapan untuk menghadapi ISPA dengan siapnya ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis yang diperlukan harus dijamin sehingga pasien ISPA dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat,” ucap Kurniasih dalam keterangan yang diterima, Selasa (29/8).
Kurniasih juga mendorong agar Dinas Kesehatan melakukan edukasi kepada masyarakat terkait cara pencegahan ISPA akibat polusi udara.
BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah dapat menyelenggarakan program edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak buruk polusi udara dan langkah-langkah pencegahannya. BPJS Kesehatan juga bisa memberikan prioritas penanganan bagi pasien ISPA yang masuk kategori rentan.
“BPJS Kesehatan bisa memberikan prioritas penanganan bagi pasien ISPA, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Upaya ini akan menjaga keselamatan dan kesehatan mereka dalam menghadapi kondisi udara yang tidak sehat,” tambah politisi Fraksi PKS itu.







