AKUNTANSI secara umum dapat diartikan sebagai seni untuk mencatat, meringkas, menganalisis, dan melaporkan data yang berkaitan dengan transaksi keuangan dalam bisnis atau perusahaan.
Di dalam dunia Pendidikan, akuntansi merupakan suatu ilmu yang sering kita temui dalam proses pembelajaran baik yang masih duduk di bangku sekolah maupun perguruan tinggi.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa akuntansi ini merupakan suatu proses yang didalamnya mencatat serta hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan transaksi.
Dalam kehidupan sehari-hari juga tanpa kita sadari bahwa kegiatan akuntansi juga sering kita lakukan bahkan merupakan bagian dari kehidupan kita. Misalnya dengan kita melakukan pembelian/penjualan otomatis terjadilah yang namanya transaksi, kita dapat melakukan pencatatan atas transaksi tersebut serta melakukan pengolahan di dalam keuangan kita, sehingga secara sederhananya kita telah melaksanakan fungsi dari akuntansi tersebut.
Dari beberapa penjelasan di atas mengenai akuntansi maka kita dapat menarik kesimpulannya bahwa akuntansi itu merupakan suatu proses yang diawali dengan mencatat, melakukan pengelompokan, mengolah menyajikan data, serta melakukan pencatatan transaksi-transaki yang berhubungan dengan keuangan.
Prinsip Dasar Etika Profesi Akuntan
Etika profesi akuntan adalah suatu bidang yang mempelajari perilaku baik dan buruknya seorang akuntan sejauh yang mampu dipahami oleh pikiran manusia terhadap pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus sebagai akuntan.
Di dalam dunia akuntansi seorang akuntan harus mematuhi etika profesi akuntansi untuk membantu meningkatkan serta mengembangkan mutu atau keunggulan para anggota yang bekerja di bidang akuntansi. Adapun beberapa yang menjadi etika profesi sebagai seorang akuntan antara lain:
1. Integritas
Integritas atau sikap jujur merupakan sebuah sikap yang harus diterapkan dalam sebuah organisasi lebih-lebih di dalam sebuah akuntansi. Dalam menjalankan tugasnya, sebagai seorang akuntan yang andal harus selalu memperhatikan prinsip integritas, yaitu kejujuran,dan integritas diri. Sehingga dengan menjaga prinsip ini, para akuntan dapat membangun kepercayaan tehadap publik dan masyarakat akan profesi mereka sebagai seorang akuntan.
2. Objektivitas
Objektivitas merupakan suatu kualitas yang mampu memberikan nilai atas jasa yang memberikan anggota. Prinsip dari objektivitas ini mengharuskan anggota mampu bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka serta bebas dari benturan kepentingan atau di bawah pengaruh pihak lain.
3. Kompetensi dan kehati-hatian profesional
Prinsip kompetensi dan kehati-hatian merupakan suatu prinsip dasar dan mewajibkan seorang akuntan harus profesional dalam memelihara pengetahuan dan kemampuan profesionalnya serta mampu bertindak secara cerdas dalam hubungan dengan penerapan standar teknik di saat memberikan layanan profesional.
4. Kerahasiaan
Kerahasiaan merupakan kode etik profesi sebagai seorang akuntan yang merupakan setiap anggota harus mampu menghormati serta menjaga kerahasiaan terhadap informasi yang diperoleh dari klien selama melakukan jasa profesional. Seorang akuntan juga harus menjaga kerahasiaan supaya konsumen/para pemakai jasa tidak khawatir rahasianya akan tersebar luas sehingga puas dengan jasa yang ditawarkan.
5. Perilaku profesional
Perilaku profesional sebagai seorang akuntan adalah bersikap lugas dan jujur dalam menjalankan semua hubungan profesional dan bisnis. Tidak membiarkan bias, benturan kepentingan, ataupun pengaruh yang tidak semestinya dari pihak lain, yang dapat mengesampingkan pertimbangan profesional atau bisnis.
Menjadi Seorang Akuntan Handal
Sebagai seorang akuntan, harus mampu memiliki beberapa keterampilan seperti organisasi yang baik, fokus yang tinggi, teliti, dan komunikasi yang baik. Selain itu, sebagai seorang akuntan juga harus memiliki kemampuan untuk memecahkan suatu masalah, manajemen waktu, pemikiran yang analitis, dan pengambilan keputusan.
Dengan menerapkan etika profesi yang baik seperti yang telah dijelaskan sebelumnya juga merupakan suatu cerminan yang baik terhadap seorang akuntan yang mampu menjadikan sebagai akuntan yang handal dan profesional dalam menjalankan tugas.
Penulis:
Dewiani Gulo
Mahasiswi Universitas Pamulang
Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.







