• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 1 Januari, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • PENDIDIKAN
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • PENDIDIKAN
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home PENDIDIKAN

Membangun Sikap Kritis dalam Menyikapi Berita di Media Massa

Aenna Rahman by Aenna Rahman
Juni 29, 2023
in PENDIDIKAN
Reading Time: 2min read
Membangun Sikap Kritis dalam Menyikapi Berita di Media Massa
79
SHARES
175
VIEWS

BERITA media massa dapat dikatakan bermanfaat atau sebaliknya, semua tergantung pada sikap pembaca dalam menyikapi suatu berita. Jika mereka membaca suatu berita dan menganggapnya sebagai suatu kebenaran, tanpa mencari data dari media lain, artinya mereka belum masuk ke dalam pola berpikir kritis.

Media sosial merupakan penyumbang informasi terbesar dalam era modern. Facebook, Twitter, Blog, Line, Snapchat, Skype, Line, WhatsApp, BBM, dan Wikipedia merupakan media sosial yang paling banyak dibaca dan digunakan oleh mahasiswa.

Perkembangan informasi di media sosial dapat dikatakan lebih cepat dibandingkan dengan media massa. Media sosial menyajikan berita berupa informasi yang masih perlu dicermati dengan kritis.

Di media sosial, penyaji berita lebih mengedepankan pada aspek judul yang menarik, agar pembaca merasa tertarik dengan berita yang disajikan. Akan tetapi, hal ini yang sering kali membuat pembaca awam merasa percaya dengan kebenaran suatu berita.

BACA JUGA :  Upaya Mahasiswa Melestarikan Bahasa Indonesia di Era Modern

Sebagai bagian dari civitas akademika, mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan. Akan tetapi, sering kali mahasiswa terlalu cepat mengambil kesimpulan dari judul berita di media sosial.

Hal ini berdampak pada tindakan mahasiswa yang bergerak ke arah negatif. Mereka yang tidak berpikir kritis, menganggap suatu judul di media sosial sebagai fakta. Akibatnya, mereka kemudian menyampaikan berita tersebut kepada orang lain, dan orang lain sebagai penerima berita, akan menyampaikan berita tersebut kepada orang lainnya.

Hal tersebut terus terjadi berulang, hingga akhirnya berita di media sosial tersebut menyebar di masyarakat.

Dachroni (2009) mengatakan mahasiswa memiliki tiga tren dalam melakukan aktivitas pergerakan di kampus. Pertama, tren gerakan intelektualitas; kedua, tren jamaah atau pengkaderan; ketiga, tren kewirausahaan. Tren intelektualitas merupakan suatu tren yang baik dimiliki oleh mahasiswa sebagai seorang akademisi. Intelektualitas akan mengembangkan pola berpikir mahasiswa yang logis dan kritis dalam menyikapi suatu berita.

BACA JUGA :  Cara Menyusun Jurnal Umum Perusahaan Jasa dengan Cara Manual

Tren kedua pengkaderan yang kerap terjadi dalam lingkungan akademisi. Tren ini menurut peneliti bisa membahayakan akademisi muda. Mereka cenderung masih awam, dan hanya bersifat menerima, karena adanya tindakan represif dari seniornya.

Tren yang terakhir adalah tren kewirausahaan, yang dapat dikatakan tren yang negatif. Mahasiswa tidak dipungkiri membutuhkan uang dalam kegiatan sehari‐hari, sehingga mereka menjadikan suatu gerakan yang mendapatkan uang, sebagai suatu kebiasaan.

Budaya Indonesia yang cenderung cepat puas dengan keadaan dan tidak peduli dengan perkembangan karena sibuk sendirian, tidaklah patut menjadi paradigma gerakan mahasiswa.

Mahasiswa harus berpikir kritis dalam menyikapi suatu berita yang beredar di media sosial. Sebagai bentuk berpikir kritis, mahasiswa harus bisa membedakan antara suatu berita fakta dengan berita hoax. Peranan media massa dapat menjadi bahan mengomparasikan suatu berita di media sosial agar dapat diteliti kebenarannya.

BACA JUGA :  Stop Stigmatisasi Miskin

Di lain sisi, sikap kritis masyarakat menyikapi pemberitaan/penyiaran berita politik di media massa.Hal tersebut diperlukan agar masyarakat mampu menganalisa informasi untuk meminimalisasiefek negatif dari berita ataupun tayangan yang tidak bermutu agar masyarakat mampumenganalisa informasi yang didapat serta dapat meminimalisasi efek negatif daripemberitaan/penyiaran media massa partisan tersebut.

Penulis:

Astria Magdalena Marbun
Prodi S1 Akuntansi
Universitas Pamulang

Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.

Tags: Opini mahasiswaRuang Unpamuniversitas pamulangunpam
Previous Post

Pandangan Remaja Masa Kini terhadap Barang Branded

Next Post

Di Momen Iduladha, Pilar Ajak Warga Tangsel Doakan Jamaah Haji di Tanah Suci

Related Posts

Peningkatan Pengangguran di Indonesia
PENDIDIKAN

Peningkatan Pengangguran di Indonesia

Desember 29, 2025
2.2k
Praktis! Menyusun Laporan Keuangan UMKM Sesuai Standar SAK EMKM
PENDIDIKAN

Praktis! Menyusun Laporan Keuangan UMKM Sesuai Standar SAK EMKM

Desember 29, 2025
2.2k
PKM Unpam: Meningkatkan Kepatuhan Pajak Pegawai Likely Café & Resto melalui Laporan Keuangan SAK EMKM
PENDIDIKAN

PKM Unpam: Meningkatkan Kepatuhan Pajak Pegawai Likely Café & Resto melalui Laporan Keuangan SAK EMKM

Desember 28, 2025
2.2k
Sunyi yang Bermakna: Jakarta dan Duka Sumatera
PENDIDIKAN

Sunyi yang Bermakna: Jakarta dan Duka Sumatera

Desember 27, 2025
3.1k
PKM Mahasiswa Unpam: Edukasi Pelaporan PPh, Final UMKM dan Pajak Restoran
PENDIDIKAN

PKM Mahasiswa Unpam: Edukasi Pelaporan PPh, Final UMKM dan Pajak Restoran

Desember 27, 2025
2.3k
SAK EMKM: Solusi Cerdas Kelola Keuangan, Dorong UMKM Naik Kelas di Likely Cafe & Resto
PENDIDIKAN

SAK EMKM: Solusi Cerdas Kelola Keuangan, Dorong UMKM Naik Kelas di Likely Cafe & Resto

Desember 25, 2025
2.8k
Next Post
Di Momen Iduladha, Pilar Ajak Warga Tangsel Doakan Jamaah Haji di Tanah Suci

Di Momen Iduladha, Pilar Ajak Warga Tangsel Doakan Jamaah Haji di Tanah Suci

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • PENDIDIKAN
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN

© 2022 TangselXpress.com