BAHASA merupakan salah satu perantara yang digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, Bahasa juga sebagai sarana yang selalu digunakan setiap orang dalam kehidupan sehari-hari.
Di Indonesia sangatlah beragam bahasa yang digunakan, akan tetapi untuk mempersatukan Indonesia, maka terciptalah Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang digunakan saat ini.
Bahasa Indonesia merupakan alat komunikasi yang kerap kali digunaan dalam kehidupan sehari-hari, baik digunakan untuk pendidikan, pekerjaan dan lainnya. Dalam dunia jurnalistik Bahasa Indonesia sangat berguna, karena ketika terpublikasikannya sebuah berita maka seluruh daerah di Indonesia ini bisa mengaksesnya.
Penggunaan Bahasa Indonesia ini dalam dunia jurnalistik, tertuang pada Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang pers nasional. Ada lima fungsi dasar pers, yaitu sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial, dan lembaga ekonomi.
Penggunaan Bahasa Indonesia dalam hal tulis menulis sangat penting untuk diperhatikan, karena apabila terdapat tatanan bahasa yang tidak benar membuat bahasa tersebut menjadi salah pengertian dalam penggunaannya.
Bahasa Indonesia juga telah mengalami perubahan yang cukup signifikan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan juga teknologi informasi.
Dengan begitu membuat Bahasa Indonesia menjadi lebih memiliki tuntutan dan tantangan secara global terkait masuknya berbagai bahasa dalam kehidupan bangsa seperti bahasa asing, Bahasa daerah ataupun bahasa gaul. Hal tersebut menjadikan penggunaan Bahasa Indonesia harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi dalam penggunaannya.
Bahasa Indonesia yang baik dan benar kerap kali digunakan oleh mahasiswa dalam interaksi di media online.
Media online sendiri merupakan salah satu sarana berinteraksi secara massal dalam sebuah jaringan. Subakti (2011) mendefinisikan media online (online media) sebagai media massa yang tersaji secara online di situs web (website) Internet. Media online adalah media massa ”generasi ketiga” setelah media cetak (printed media)—koran, tabloid, majalah, buku dan media elektronik (electronic media)—radio, televisi, dan film/video.
Media online bertujuan pada bentuk jurnalisme berupa pemberitaan. Berbeda dengan media sosial yang sifatnya untuk komunikasi sosial yang jauh lebih luas. Pada dasarnya dari zaman dahulu hingga sekarang media digunakan sebagai sarana penyampaian informasi, dari yang mulanya menggunakan mesin cetak hingga mencapai perkembangan pada tahun 1990 yaitu dengan ditemukannya Internet sebagai jaringan World Wide Web. Dan dengan internet itulah yang sampai saat ini membantu penggunaan media online untuk menyajikan informasi yang dapat disebarkan lebih luas.
Penggunaan Bahasa Indonesia pada media online masih seringkali menggunakan kata-kata yang tidak baku ataupun ejaan yang salah.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), baku merupakan sesuatu yang pokok atau utama. Artinya, baku adalah tolok ukur yang berlaku untuk kuantitas atau kualitas yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan standar. Kata baku merupakan kosakata Bahasa Indonesia sesuai dengan KBBI.
Adanya penggunaan kata baku tersebut memiliki fungsi untuk bahasa pemersatu, memberi ciri khas, membawa kewibawaan dan menjadi kerangka acuan. Namun, untuk saat ini penggunaan bahasa baku pada media online kurang diperhatikan. Mengapa demikian?
Karena saat ini bangsa Indonesia berkembang mengikuti perkembangan zaman hingga ada saja kosakata bahasa yang dibuat supaya lebih gaul hingga terlihat menjadi daya tarik bagi para pembaca di media online. Salah satu contohnya adalah kata hoax, banyak sekali saat ini media online menyebutkan kata hoax bahkan hingga dipergunakan sebagai judul beritanya.
Penggunaan bahasa Indonesia di media online harus lebih memperhatikan lagi kata baku dan ejaan yang benar, karena dari dua hal tersebut dapat membantu mengurangi kesalahan pada penulisan di media online.
Usahakan untuk tetap menggunakan kata baku supaya pembaca juga lebih mudah memahami arti dan makna dari berita yang disampaikan, pada penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia sebisa mungkin untuk mengurangi kesalahan pada pengetikan dan harus mengetahui ejaan yang benar sesuai dengan PUEBI supaya tidak terjadi salah pengertian.
Penulis:
Erica Putri Nabilah
Mahasiswi Universitas Pamulang
Program Studi Akuntansi S1
Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.







