TANGSELXPRESS – Pemerintah berhasil turunkan stunting, berdasarkan temuan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, persentase stunting menurun dari 24,4 persen pada 2021 menjadi 21,6 persen pada 2022.
Dengan adanya penurunan tersebut tentunya menjadi catatan plus bagi pemerintah, sebab sangatlah sulit menurunkan stunting di saat masa pandemi. Namun, hal tersebut rupanya dinilai masih perlu ada penyesuaian lapangan jika pemerintah ingin mencapai target penurunan stunting menjadi 14 persen pada 2024, Senin 13 Februari 2023.
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengapresiasi pemerintah yang telah berhasil menurunkan angka stunting nasional dengan cukup signifikan. Dengan begitu, legislator Dapil Jawa Tengah III itu pun menyarankan agar pengukuran stunting memiliki standar nasional.
“Bukan hal yang mudah apalagi di masa pandemi Covid-19. Pasalnya, perbedaan cara ukur antar satu wilayah dikhawatirkan akan mempengaruhi kredibilitas data pusat,”terang Edy Wuryanto seperti dikutip TANGSELXPRESS melalui Parlementaria, Senin 13 Februari 2023.
Tak hanya itu, Edy pun mempertanyakan adanya enam daerah yang stunting meningkat pada periode survei 2022. Enam provinsi tersebut adalah Sulawesi Barat (2021: 33,8 persen dan 2022: 35 persen ), Papua (2021: 29,5 persen dan 2022: 34,6 persen).
Selain itu ada NTB (2021: 31,4 persen dan 2022: 32,7 persen), Papua Barat (2021: 26,2 persen dan 2022: 30 persen), Sumatera Barat (2021: 23,3 persen dan 2022: 25,2 persen), dan Kalimantan Timur (2021: 22,8 persen dan 2022: 23,9 persen).
“Kenaikan ini harus menjadi atensi pemerintah pusat. Dana digelontorkan banyak, kok naik? Jadi enam provinsi harus jadi prioritas ” kata Edy.







